Konsultan BRCGS Global Standard Food Safety Issue 9
Apa itu BRCGS Global Standard Food Safety Issue 9
BRCGS Global Standard Food Safety Issue 9 adalah standar sertifikasi yang menetapkan persyaratan keamanan pangan, mutu, legalitas, keaslian produk, dan pengendalian operasional pada perusahaan manufaktur, pengolahan, serta pengemasan pangan.
Issue 9 diterbitkan pada 1 Agustus 2022 dan mulai digunakan untuk seluruh audit sejak 1 Februari 2023. Standar ini diakui dalam sistem benchmarking Global Food Safety Initiative atau GFSI dan digunakan secara luas oleh produsen pangan, pemilik merek, retailer, serta organisasi dalam rantai pasok pangan.
BRCGS Food Safety menilai kondisi lokasi produksi, fasilitas, prosedur, sistem manajemen, kompetensi personel, penerapan HACCP, Good Manufacturing Practices, serta bukti pengendalian kegiatan operasional.
Sertifikasi berlaku untuk lokasi yang diaudit. Ruang lingkup harus mencakup keseluruhan proses produk yang disertifikasi, mulai dari penerimaan bahan baku sampai produk akhir dikirim dari lokasi. Bagian proses yang dilakukan di lokasi tidak dapat dikeluarkan hanya untuk menghindari persyaratan audit.
Fokus utama BRCGS Food Safety Issue 9
Issue 9 memperkuat dua bidang utama, yaitu budaya keamanan pangan dan kemampuan dasar perusahaan dalam menjalankan sistem.
Kemampuan dasar tersebut mencakup HACCP, internal audit, analisis akar penyebab, tindakan korektif dan pencegahan, validasi, verifikasi, traceability, incident management, kebersihan, pengendalian benda asing, keluhan pelanggan, serta pengendalian supplier.
Issue 9 juga memperbarui beberapa persyaratan mengenai:
- food safety culture;
- HACCP yang diselaraskan dengan prinsip Codex Alimentarius;
- hygienic design bangunan dan peralatan;
- outsourced processing;
- food defence;
- pengendalian alergen;
- product authenticity;
- root cause analysis;
- preventive action;
- incident management;
- animal primary conversion;
- pilihan audit blended dan unannounced.
Perubahan ini menuntut perusahaan menunjukkan efektivitas penerapan di lapangan. Kelengkapan SOP saja tidak cukup apabila kondisi fasilitas, perilaku personel, rekaman, dan pengendalian proses tidak sesuai.
Struktur persyaratan BRCGS Food Safety Issue 9
BRCGS Food Safety Issue 9 terdiri dari sembilan bagian utama.
1. Komitmen manajemen senior
Manajemen puncak harus menunjukkan keterlibatan langsung dalam penerapan dan peningkatan sistem.
Persyaratan mencakup:
- kebijakan keamanan dan mutu pangan;
- sasaran yang terukur;
- penyediaan sumber daya;
- rencana budaya keamanan pangan;
- rapat tinjauan manajemen;
- komunikasi masalah keamanan pangan;
- struktur organisasi;
- pembagian tanggung jawab;
- tindak lanjut hasil audit;
- continual improvement.
2. Food Safety Plan atau HACCP
Perusahaan harus mempunyai HACCP Plan berdasarkan prinsip Codex Alimentarius dan kondisi proses aktual.
HACCP mencakup:
- pembentukan tim;
- deskripsi bahan baku dan produk;
- intended use;
- diagram alir;
- verifikasi diagram alir;
- identifikasi bahaya;
- penilaian risiko;
- penetapan tindakan pengendalian;
- penentuan Critical Control Point;
- critical limits;
- monitoring;
- tindakan korektif;
- validasi;
- verifikasi;
- dokumentasi dan rekaman.
3. Sistem manajemen keamanan dan mutu pangan
Bagian ini mencakup:
- manual keamanan dan mutu pangan;
- pengendalian dokumen;
- pengendalian rekaman;
- internal audit;
- persetujuan supplier;
- spesifikasi;
- corrective and preventive action;
- pengendalian produk tidak sesuai;
- traceability;
- penanganan keluhan;
- incident management;
- withdrawal dan recall.
4. Standar fasilitas
Persyaratan fasilitas mencakup:
- kondisi lingkungan sekitar;
- keamanan lokasi;
- food defence;
- layout;
- alur bahan dan personel;
- segregasi;
- kondisi bangunan;
- utilitas;
- peralatan;
- maintenance;
- fasilitas karyawan;
- pengendalian bahan kimia;
- pengendalian benda asing;
- cleaning and sanitation;
- pengelolaan limbah;
- pest management;
- penyimpanan;
- dispatch dan transportasi.
5. Pengendalian produk
Bagian ini meliputi:
- product design and development;
- product labelling;
- allergen management;
- product authenticity;
- claims;
- chain of custody;
- kemasan;
- pengujian produk;
- penggunaan laboratorium;
- product release;
- pet food dan animal feed jika relevan;
- animal primary conversion jika relevan.
6. Pengendalian proses
Persyaratan pengendalian proses mencakup:
- spesifikasi proses;
- parameter produksi;
- cooking, cooling, chilling, freezing, atau proses lain;
- pengendalian label dan kemasan;
- line clearance;
- pemeriksaan kode produksi;
- pengendalian berat, volume, atau jumlah;
- kalibrasi alat ukur;
- verifikasi alat monitoring;
- tindakan terhadap penyimpangan proses.
7. Personel
Perusahaan harus mengendalikan:
- kompetensi;
- pelatihan;
- personal hygiene;
- medical screening;
- pakaian pelindung;
- aturan bagi tamu dan kontraktor;
- kebijakan pelaporan penyakit;
- kepatuhan personel di area produksi.
8. Production risk zones
Persyaratan tambahan berlaku bagi perusahaan yang memiliki:
- high-risk area;
- high-care area;
- ambient high-care area.
Penetapan zona harus berdasarkan risiko produk dan proses. Pengendaliannya dapat mencakup segregasi fisik, arah aliran udara, drainase, akses personel, ruang ganti, peralatan, pakaian pelindung, sanitasi, environmental monitoring, dan perpindahan material.
9. Traded products
Bagian ini berlaku apabila perusahaan ingin memasukkan produk yang diperdagangkan tetapi tidak diproduksi di lokasi ke dalam ruang lingkup sertifikasi.
Persyaratan mencakup:
- HACCP untuk traded products;
- persetujuan produsen atau packer;
- spesifikasi;
- inspeksi dan pengujian;
- legalitas;
- traceability.
Perusahaan dapat memilih untuk memasukkan atau mengeluarkan traded products dari ruang lingkup, tetapi pengaturannya harus disepakati dengan Certification Body sebelum audit.
Siapa yang membutuhkan BRCGS Food Safety
Jasa konsultansi BRCGS Food Safety dapat digunakan oleh perusahaan yang menjalankan kegiatan manufaktur, pengolahan, atau pengemasan produk seperti:
- daging dan produk daging;
- ikan dan hasil perikanan;
- susu dan produk olahan susu;
- telur dan produk telur;
- buah dan sayuran;
- makanan beku;
- makanan dingin siap konsumsi;
- makanan siap masak;
- makanan siap saji dalam kemasan;
- produk bakery;
- confectionery;
- makanan kaleng;
- minuman;
- minyak dan lemak;
- tepung dan serealia;
- rempah-rempah;
- bahan tambahan pangan;
- bahan baku dan ingredient;
- makanan ringan;
- saus dan bumbu;
- produk berbasis gula;
- pet food dan animal feed yang termasuk dalam ruang lingkup standar.
Central kitchen dapat dipertimbangkan apabila kegiatannya berupa produksi, pengolahan, dan pengemasan pangan untuk distribusi. Kelayakan ruang lingkup tetap harus dinilai berdasarkan proses, produk, model distribusi, dan ketentuan Certification Body.
Restoran atau kegiatan katering yang hanya menyiapkan makanan untuk pelayanan langsung tidak otomatis masuk dalam ruang lingkup BRCGS Food Safety.
Manfaat penerapan BRCGS Food Safety
Sertifikasi BRCGS dapat membantu perusahaan:
- memenuhi persyaratan buyer, retailer, dan pemilik merek;
- meningkatkan kepercayaan pelanggan;
- memperluas peluang ekspor;
- memperkuat pengendalian keamanan pangan;
- mengurangi risiko recall;
- memperbaiki sistem traceability;
- mengendalikan bahaya alergen;
- memperkuat food defence dan food fraud prevention;
- meningkatkan konsistensi proses;
- memperbaiki pengendalian supplier;
- menurunkan risiko kesalahan label;
- meningkatkan efektivitas sanitasi;
- memperkuat budaya keamanan pangan;
- mengurangi pengulangan audit pelanggan.
BRCGS Food Safety dikembangkan untuk menyediakan kerangka pengendalian keamanan, legalitas, mutu, dan keaslian produk bagi produsen pangan. Standar ini juga memungkinkan penilaian oleh Certification Body yang kompeten berdasarkan persyaratan yang seragam.
Mengapa perusahaan memerlukan konsultan
BRCGS Food Safety adalah standar yang berorientasi pada bukti dan kondisi lapangan.
Auditor akan melihat apakah prosedur benar-benar diterapkan oleh personel pada seluruh shift. Auditor juga akan membandingkan HACCP Plan, spesifikasi, instruksi kerja, rekaman produksi, hasil pengujian, kondisi fasilitas, dan praktik aktual.
Masalah yang sering ditemukan saat persiapan antara lain:
- ruang lingkup sertifikasi belum tepat;
- HACCP tidak menggambarkan proses aktual;
- validasi critical limits belum tersedia;
- supplier approval belum berbasis risiko;
- food fraud assessment belum memadai;
- food defence belum mencakup seluruh area sensitif;
- program budaya keamanan pangan hanya berupa slogan;
- internal audit tidak mencakup seluruh klausul;
- root cause analysis hanya mengulang isi temuan;
- alergen belum dipetakan pada seluruh proses;
- validasi pembersihan belum dilakukan;
- environmental monitoring tidak berbasis risiko;
- layout dan zoning tidak sesuai;
- line clearance tidak konsisten;
- label dan kemasan tidak dikendalikan;
- mock recall tidak menghasilkan mass balance yang akurat;
- rekaman antarshift tidak konsisten;
- tindakan korektif tidak diverifikasi efektivitasnya.
DCKONSULTAN membantu menerjemahkan persyaratan BRCGS menjadi sistem yang dapat digunakan oleh manajemen, QA/QC, produksi, warehouse, purchasing, engineering, HR, dan departemen terkait.
Tahapan konsultansi
- Kick-off meeting – Manajemen dan konsultan menyepakati ruang lingkup, jadwal, PIC, metode komunikasi, serta target sertifikasi.
- Gap assessment – Dokumen, proses, fasilitas, dan kompetensi personel diperiksa terhadap Issue 9 dan position statements terbaru.
- Master action plan – Temuan disusun berdasarkan risiko, prioritas, PIC, anggaran, dan target penyelesaian.
- Penyusunan HACCP – Tim HACCP didampingi untuk menyusun analisis bahaya dan pengendalian berdasarkan proses aktual.
- Penyusunan dokumen – Prosedur, instruksi kerja, formulir, serta checklist disusun sesuai kegiatan perusahaan.
- Pelatihan dan sosialisasi – Manajemen, tim keamanan pangan, supervisor, dan operator mendapatkan pemahaman sesuai tanggung jawabnya.
- Implementasi – Perusahaan menjalankan prosedur, melengkapi rekaman, dan memperbaiki kondisi fasilitas.
- Audit internal – Seluruh persyaratan dan area operasional diperiksa.
- Management review – Manajemen mengevaluasi hasil implementasi dan menetapkan tindakan lanjutan.
- Pre-assessment – Kesiapan perusahaan diperiksa menggunakan pendekatan audit sertifikasi.
- Pendampingan sertifikasi – Konsultan membantu selama audit dan proses penutupan ketidaksesuaian.
Pilihan program konsultansi
Persiapan sertifikasi baru
Untuk perusahaan yang belum mempunyai sistem BRCGS. Pendampingan dimulai dari gap assessment sampai audit sertifikasi.
Integrasi dari ISO 22000 atau FSSC 22000
Untuk perusahaan yang sudah mempunyai sistem manajemen keamanan pangan. Konsultansi difokuskan pada gap khusus BRCGS, GMP, budaya keamanan pangan, audit protocol, product control, site standards, serta persyaratan operasional lainnya.
Pengembangan dari HACCP
Untuk perusahaan yang telah mempunyai HACCP tetapi belum memiliki sistem manajemen yang memenuhi Issue 9. Pendampingan mencakup penguatan dokumen, supplier approval, internal audit, traceability, food defence, food fraud, fasilitas, dan proses.
Perbaikan setelah audit
Untuk perusahaan yang menerima temuan audit, penurunan grade, atau membutuhkan tindakan korektif. Pendampingan dapat meliputi root cause analysis, corrective action, perbaikan dokumen, implementasi, dan verifikasi efektivitas.
Pertanyaan yang sering diajukan
-
Apakah BRCGS Food Safety sama dengan ISO 22000?
Tidak. ISO 22000 adalah standar sistem manajemen keamanan pangan, sedangkan BRCGS Food Safety mempunyai persyaratan yang lebih rinci pada GMP, fasilitas, pengendalian produk, pengendalian proses, personel, dan protokol audit.
-
Apakah perusahaan harus memiliki ISO 22000 terlebih dahulu?
Tidak. Perusahaan dapat langsung mempersiapkan sertifikasi BRCGS Food Safety selama seluruh persyaratan Issue 9 diterapkan.
-
Apakah BRCGS hanya untuk perusahaan ekspor?
Tidak. BRCGS dapat digunakan oleh perusahaan yang menjual produknya di dalam negeri maupun ekspor. Namun, sertifikasi sering diminta oleh buyer internasional, retailer, principal, dan pemilik merek.
-
Apakah perusahaan wajib mempunyai standar resmi?
Ya. Perusahaan yang menjalani audit harus mempunyai akses terhadap salinan resmi BRCGS Food Safety Issue 9 dan position statements terbaru.
-
Apakah sertifikat berlaku untuk seluruh cabang?
Tidak otomatis. Sertifikasi bersifat site-specific dan berlaku untuk lokasi yang diaudit.
-
Apakah produk dapat dikeluarkan dari ruang lingkup?
Pengecualian tertentu dapat dilakukan jika memenuhi ketentuan dan disetujui Certification Body. Seluruh proses produk yang dimasukkan dalam ruang lingkup tetap harus diaudit dari bahan baku sampai dispatch.
-
Apakah traded products dapat dimasukkan?
Dapat. Traded products diatur pada Section 9 dan dapat dimasukkan apabila perusahaan memenuhi persyaratan supplier, spesifikasi, legalitas, pengujian, dan traceability.
-
Apakah audit tanpa pemberitahuan wajib?
Ya. Setidaknya satu audit dalam setiap siklus tiga tahun harus dilakukan tanpa pemberitahuan tanggal audit.
-
Apakah audit dapat dilakukan secara online?
Sebagian pemeriksaan dokumen dapat dilakukan secara remote melalui blended announced audit. Pemeriksaan produksi dan fasilitas tetap dilakukan onsite.
-
Berapa lama audit berlangsung?
Audit umumnya membutuhkan sekitar dua sampai tiga hari. Durasi akhir ditentukan oleh audit duration calculator dan kondisi lokasi.
-
Apakah seluruh fasilitas harus direnovasi?
Tidak selalu. Kebutuhan renovasi ditentukan berdasarkan gap dan risiko. Beberapa masalah dapat diselesaikan melalui perbaikan alur, segregasi, maintenance, pengendalian tambahan, atau perubahan prosedur.
-
Apakah perusahaan harus memiliki laboratorium sendiri?
Tidak selalu. Pengujian dapat dilakukan oleh laboratorium eksternal yang kompeten apabila metode, ruang lingkup, dan hasilnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
-
Apakah central kitchen dapat disertifikasi?
Dapat dipertimbangkan apabila kegiatannya termasuk manufaktur, pengolahan, dan pengemasan pangan. Ruang lingkup perlu ditinjau bersama Certification Body.
-
Apakah penggunaan sepatu khusus diwajibkan?
Mulai 10 Agustus 2026, protective footwear harus disediakan dan digunakan apabila diperlukan untuk mencegah kontaminasi produk. Penetapannya harus didasarkan pada risiko area dan produk.
-
Apakah DCKONSULTAN menerbitkan sertifikat?
Tidak. DCKONSULTAN membantu persiapan sistem. Sertifikat diterbitkan oleh Certification Body.
-
Apakah perusahaan dijamin lulus?
Keputusan sertifikasi berada pada Certification Body. Konsultan membantu meningkatkan kesiapan, tetapi perusahaan tetap bertanggung jawab terhadap fasilitas, implementasi, rekaman, serta penyelesaian temuan.